Tampilkan postingan dengan label Informasi Keren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi Keren. Tampilkan semua postingan

Apa yang Terjadi pada Manusia Jika Berada di Antariksa?


Lingkungan antariksa berbeda dengan permukaan Bumi. Di antariksa, tak ada gravitasi yang menarik manusia sehingga selalu bisa menginjakkan kaki.

Bagaimana kondisi astronot ketika menjalani misi di antariksa? Bagaimana tubuh beradaptasi dengan lingkungan tanpa gravitasi? Apakah lingkungan luar angkasa juga membawa implikasi pada tubuh manusia?

Sejak lebih dari 50 tahun manusia melakukan perjalanan ke luar angkasa, Badan Antariksa NASA sudah bisa melihat bagaimana efek tubuh manusia saat berada dilingkungan tanpa gravitasi. 

Dr. John Charles, Human Research Program Associate Manager untuk International Science mengungkapkan bahwa ada beberapa permasalahan yang dialami oleh astronot - termasuk kita - bila berada di antariksa. 

“Saat kamu berada pada medan tanpa gravitasi, cairan ditubuh mulai bergeser dari bagian yang lebih rendah ke bagian tubuh yang lebih tinggi," katanya.

Hal itu disebut Bird Leg Syndrom. Pergeseran cairan menyebabkan astronot punya muka bengkak dan kaki yang kecil. Sindrom ini juga membuat astronot jarang minum. 79 persen astronot mengalami kehilangan selera makan, pusing, dan muntah.

"Kemudian, organ keseimbangan dan bagian dalam telinga tiba-tiba merasakan tidak ada gravitasi yang menarik mereka lagi,” imbuh Charles.

Astronot Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Mike Hopkins, mengungkapkan pengalamannya saat beradaptasi dengan lingkungan antariksa.

“Aku merasa seperti terjatuh, seperti berpegangan kemudian kamu melepaskannya. Itu berlangsung sekitar 24 jam," kata Hopkins seperti dikutip CNN, Jumat (20/5/2016).

"Butuh beberapa saat untuk terbiasa kalau faktanya tidak ada lagi naik turun lagi, butuh waktu untuk membiasakan diri untuk melayang. Seperti belajar berjalan lagi,” imbuhnya.

Hopkins sendiri berada di stasiun internasional luar angkasa (ISS) selama 166 hari mulai dari September 2013 hingga Maret 2014. 

Walapun penyesuaian terhadap gravitasi tidak membutuhkan waktu yang lama, permasalahan lain yang muncul adalah kemiringan kepala yang menurun hingga 12-20 derajat karena disorientasi.

Di luar angkasa tanpa gravitasi, tulang akan kehilangan lebih dari 1% mineral dan kepadatan setiap bulan serta berhentinya pertumbuhan otot.

Menurut peneliti Human Research Program, Jennifer A. Fogarty, astronot juga mengalami penurunan volume darah, pelemahan sistem imun, dan penurunan kondisi jantung. 

Hal itu disebabkan oleh aktivitas melayang yang hanya membutuhkan sedikit usaha. Jantung tidak harus bekerja keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. 

Sejumlah astronot juga melaporkan penurunan kesehatan mata. "Ini seperti penuaan dini. Kejadian semacam ini dalam waktu yang relatif cepat," kata Charles.

Kini misi ke Mars tengah digagas. Perjalanan yang mengagumkan itu bukan tanpa tantangan. Memang, astronot sudah bisa berjalan di Bulan dan tinggal di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Tapi, ke Mars tetap tantangan besar.

Masalah utama ke Mars adalah perjalanan yang akan memakan waktu sekitar 6 bulan. Hal lain adalah paparan radiasi sinar kosmik yang bisa menyebabkan kanker. 

Kini, NASA punya misi riset untuk mengatasi tantangan itu. Para astronot diminta tingal 1 tahun di ISS. Ilmuwan akan melakukan penelitian pada tubuh astronot untuk mengetahui dampak berada di antariksa dalam jangka waktu lama.

Apakah Wi-Fi Sebabkan Kanker?

Wi-Fi, jaringan komunikasi nirkabel tak terlihat, ada di mana-mana hari ini. Kemahahadiran ini telah menyebabkan individu-individu tertentu khawatir bahwa hal itu mungkin menyebabkan masalah kesehatan yang merugikan pada manusia, seperti yang disorot dalam fitur terbaru oleh ABC Catalyst. Namun, sebenarnya tidak ada bukti apapun yang menunjukkan bahwa Wi-Fi menyebabkan hal yang merugikan siapa pun pada setiap titik, selama hidup mereka.

Wi-Fi (Wireless Fidelity) mengkomunikasikan antar perangkat dengan gelombang radio, seperti orang-orang yang mengirimkan transmisi televisi atau radio di seluruh dunia. Frekuensi gelombang radio ini jauh lebih tinggi (antara 2,4 dan 5 gigahertz) dari radio transmisi FM, yang cenderung menjadi sekitar 10 sampai 100 kali lebih rendah. Frekuensi secara langsung berkaitan dengan energi gelombang, gelombang frekuensi yang lebih tinggi juga lebih energik.

Tubuh manusia berisi sistem yang mengandalkan sinyal-sinyal listrik, seperti jantung dan otak. Terutama radiasi energik bisa karena berpotensi mengganggu mereka, dengan konsekuensi medis yang drastis. Selain itu, sumber-sumber tertentu radiasi, seperti sinar-X, dapat merusak DNA dan berpotensi menyebabkan kanker.

Jadi apakah ada bukti yang menunjukkan bahwa radiasi yang digunakan dalam jaringan Wi-Fi (dikenal radiasi atau radio frekuensi) juga menyebabkan bahaya? Pada pertemuan terbaru dari Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC), panel memutuskan bahwa radiasi frekuensi radio mungkin dapat berbahaya, mungkin menginduksi kanker. Hal ini diklasifikasikan sebagai Kelas 2B bahaya karsinogen pada manusia, tetapi ini bukan brarti bukti berbahaya yang sebenarnya.

Wi-Fi sebenarnya sama halnya dengan kopi, alat makan dari Styrofoam mungkin mengandung bahaya karsinogen pada manusia. Dimasukkan dalam kategori ini berarti bahwa kemungkinan mereka menyebabkan kanker tidak dikesampingkan, tetapi hubungan ini belum terbukti.

Ponsel menggunakan radio frekuensi yang sama energik dengan yang digunakan oleh Wi-Fi. Ada sejumlah studi menyelidiki hubungan antara penggunaan ponsel dan masalah kesehatan, termasuk tumor otak. Meskipun beberapa telah menyarankan bahwa pengguna yang paling sering lebih mungkin mengembangkan tumor, ini dapat menjelaskan masalah dengan cara studi itu dilakukan.

Bahkan, studi yang tampaknya menunjukkan hubungan antara kanker otak dan paparan radio frekuensi sering ditemukan bahkan pada studi dengan kredibilitas diragukan. Bukti itu setidaknya, secara besar-besaran tidak konsisten, dan jauh lebih besar studi yang telah menganalisis hasil yang lebih kecil telah menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara ponsel atau paparan Wi-Fi dengan penyakit pada orang dewasa, anak-anak dan bahkan binatang.

Paparan Wifi tidak cukup energik untuk menjadi berbahaya. Sejumlah kecil peneliti medis, seperti yang muncul dalam fitur ABC Catalyst, mungkin mewaspadai lautan radiasi yang diproduksi oleh ponsel dan jaringan Wi-Fi, tetapi mereka mengakui bahwa secara harfiah tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa paparan tersebut berbahaya.

Beberapa orang mungkin mengklaim mengalami hipersensitif terhadap Wi-Fi. Jika terkena jaringan ini, mereka merasakan sakit kepala, mual, dan kelelahan. WHO menyimpulkan bahwa seperti halnya setiap kolektif kesehatan besar lainnya di seluruh dunia, hipersensitivitas bukanlah fenomena yang nyata.

Singkatnya, Anda lebih mungkin menderita kanker disebabkan oleh Wi-Fi, dibanding disebabkan oleh wortel.

4 Cara Mudah Bersihkan Racun dari Tubuh.



Upaya untuk membersihkan racun dalam tubuh kita biasanya dibayangkan sebagai sebuah proses yang rumit. Padahal, ada beberapa cara simpel untuk membersihkan racun dari tubuh kita.

Dr Frank Lipman, pendiri dan direktur perusahaan kebugaran Be Well mengatakan, “Ada cara sederhana yang bisa dilakukan sehari-hari untuk meningkatkan fungsi hati dan mengurangi akumulasi produk beracun dalam tubuh," kata Lipman.

Awali hari dengan lemon

Segera setelah Anda bangun, minum segelas air hangat dengan lemon segar yang diperas. Ini akan memberikan tubuh elektrolit hydrating dalam bentuk kalium, kalsium, dan magnesium.

Selama semalaman, tubuh mengalami dehidrasi karena mengurus proses detoksifikasi, jadi penting untuk melembabkannya kembali sesaat setelah bangun tidur.
Air lemon juga membantu hati Anda menghasilkan lebih banyak enzim, yang membantu pencernaan dan mendorong hati untuk membersihkan racun.
Vitamin C dalam jus lemon, besarnya antioksidan, akan melindungi tubuh terhadap radikal bebas serta memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Banyak makan brokoli atau kembang kol

Mengisi piring dengan makanan yang kaya sulfur, seperti bawang, bawang putih, dan sayuran, termasuk brokoli, kale, kubis Brussel, kol, dan kembang kol dapat mengurangi peradangan jaringan yang kronis yang berkaitan dengan penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

"Makanan ini tinggi antioksidan, yang mendukung kemampuan tubuh untuk melawan racun," kata Lipman.

Hilangkan kulit mati

Beberapa kali dalam seminggu sebelum mandi, gosok kering kulit Anda dengan sikat berbulu lembut atau lulur.
Menyikat kulit dalam keadaan kering memiliki dua manfaat utama: "Ini membantu kulit Anda mengelupaskan sel-sel tua, menghilangkan penyumbatan pori-pori dan memungkinkan kulit bebas mengeluarkan keringat," jelas Lipman.

"Hal ini juga merangsang sirkulasi darah di bawah kulit Anda, yang membantu mempromosikan pembaharuan sel dan vitalitas."

Menyeruput teh

Teh mengandung dandelion atau milk thistle yang dapat meningkatkan fungsi hati, membantu untuk menurunkan penumpukan racun dalam jaringan.

Dalam review studi National Center for Complementary and Alternative Medicine, peneliti menemukan bahwa ramuan teh dapat membantu meningkatkan fungsi hati, melindungi terhadap kerusakan sel dan merangsang perbaikan jaringan hati.
Dan penelitian kanker menyebutkan bahwa milk thistle dalam teh dapat memperkuat dinding sel untuk mencegah racun dari luar masuk, merangsang enzim yang membuat racun menjadi lemah, dan memblokir radikal bebas yang menyerang sel-sel.

Alasan Ilmiah Dibalik Kebencian Terhadap Hari Senin

 

Di balik kebencian banyak orang terhadap hari senin, ternyata tersimpan alasan ilmiah dari para ahli.  Bila Anda mengalami sindrom ini, baca dulu apa saja penyebabnya.

Perubahan pola tidur di akhir pekan.
Perubahan waktu tidur, walau hanya satu jam, dinilai bisa mengganggu siklus dalam tubuh. Sayangnya, kebanyakan orang tidak menyadari hal ini, dan memutuskan untuk “tidur sepanjang hari” kala akhir pekan demi mengganti waktu tidur yang hilang selama hari kerja.

Menurut para ilmuwan, mengambil jam tidur ekstra di akhir pekan hanya akan membuat Anda lebih lelah sehingga membuat Anda kesulitan untuk bangun pagi pada hari Senin.
Bagaimanapun, utang tidur tak akan bisa tergantikan. Cara untuk menggantinya adalah tidur yang cukup dalam beberapa malam ke depan.

Kenyamanan sosialisasi.
Manusia adalah makhluk sosial dan merasa senang jika merasa nyaman dan aman di lingkungannya. Sering kali, lingkungan di rumah terasa lebih nyaman dan aman ketimbang di kantor sehingga ada rasa enggan untuk kembali bekerja pada hari Senin.
Untuk itu, menurut para ilmuwan, bergosip dengan rekan kerja bisa menjadi bagian penting untuk bisa membentuk ikatan lebih dengan lingkungan kantor.

Setidaknya bisa membuat Anda merasa “diterima” dan bersemangat untuk bertemu dengan lingkungan lain selain rumah.

Pergantian waktu.
Walau semua hari kerja umumnya sama-sama menegangkan, tetapi ketika ilmuwan meminta orang untuk mengingat hari yang terburuk, mereka selalu mengatakan hari Senin.

Ini mengacu pada fakta bahwa ada pergeseran emosional yang cukup besar dari hari Minggu (akhir pekan) ke hari Senin (hari kerja). Jadi tidak peduli apa pun itu, Senin akan selalu tampak seperti hari yang paling buruk dalam seminggu.

Tubuh kurang sehat.
Para ilmuwan telah menemukan, orang-orang yang bahkan gemar berolahraga dan melakukan diet sehat akan mengalami sedikit penurunan kesehatan di awal minggu, seperti tekanan darah yang lebih tinggi.
Bahkan, Senin juga menjadi hari yang paling umum untuk menderita serangan jantung dan stroke.

Anda tidak menyukai pekerjaan yang anda punya.
Menurut sebuah studi, 70 persen orang membenci atau tidak benar-benar menikmati pekerjaan mereka.
Ini meningkatkan terjadinya "Monday Blues”, yaitu perasaan depresi dan kecemasan yang dimulai pada Minggu malam, yang mengarah pada hari Senin yang kurang produktif.

Itu menjadi alasan 37 persen perusahaan menetapkan untuk melakukan rapat dan deadline pada hari Selasa atau hari lainnya.

Mengapa Melewati Pintu Bisa Membuat Orang Lupa?



Bayangkan Anda naik ke lantai atas untuk mengambil kunci, lalu tiba-tiba lupa untuk apa Anda ke atas begitu Anda memasuki kamar tidur. Itulah Doorway Effect !

Lupa alasan mengapa Anda memasuki ruangan disebut sebagai “doorway effect”, dan ini mungkin bisa mengungkap banyak tentang kekuatan ingatan manusia, dan juga kelemahannya, kata psikolog Tom Stanfford.

Kita semua pernah mengalaminya. Naik ke lantai atas untuk mengambil kunci, tetapi tiba-tiba lupa apa yang ingin Anda cari begitu masuk ke kamar tidur.

Buka pintu kulkas, dan menggapai rak tengah, lalu menyadari kita tidak ingat untuk apa awalnya kita membuka pintu lemari es.

Atau katakanlah Anda sedang menunggu menginterupsi teman untuk bertanya hal penting, tapi begitu Anda berhasil menyela Anda malah lupa, “apa sih yang tadi ingin saya katakan?”

Kita bertanya pada audiens yang juga terheran-heran, “Lho, mana kami tahu?”

Kejadian semacam itu cukup memalukan, tapi adalah hal yang umum. Disebut “doorway effect”, fenomena tersebut mengungkap fitur penting tentang bagaimana pikiran kita tersusun.

Memahami fenomena ini mungkin membantu kita menghargai momen singkat itu sebagai lebih dari sekadar hal menjengkelkan (walau tentu tetap saja menjengkelkan).

Fitur-fitur yang ada di pikiran kita mungkin bisa digambarkan dengan baik melalui cerita tentang seorang perempuan yang bertemu dengan tiga tukang bangunan pada jam istirahat makan siang.

“Apa yang Anda lakukan hari ini?,” kata perempuan itu pada tukang nomor satu. “Saya menyusun batu bata di atas bata yang lain,” ujar tukang pertama.

“Apa yang Anda lakukan hari ini?” tanyanya pada tukang nomor dua. “Saya membangun tembok,” jawabnya singkat.

Tetapi tukang ketiga merasa bangga ketika ditanya dan dia menjawab, “Saya membangun katedral!”

Mungkin Anda mendengar cerita ini sebagai kisah motivasi untuk melihat gambaran besar, tetapi bagi psikolog, pesan moral yang paling penting adalah tiap aksi harus dipikirkan dalam beberapa level agar menjadi sukses.

Tukang nomor tiga mungkin memiliki pandangan yang paling inspiratif tentang pekerjaan mereka, tetapi tidak ada seorang pun yang bisa membangun katedral tanpa mengerti bagaimana meletakkan bata di atas bata yang lain dengan sukses seperti tukang pertama.

Selagi kita beraktivitas, perhatian kita beralih dari satu level ke level lainnya – dari cita-cita dan ambisi ke perencanaan dan strategi, hingga ke level paling bawah yaitu aksi konkret.

Ketika semua berjalan lancar, seringnya di situasi yang familiar, kita akan fokus pada hal yang kita inginkan, dan bagaimana meraih itu sepertinya terjadi begitu saja, secara otomatis.

Jika Anda mahir mengemudi, maka Anda akan mengatur gigi, indikator, dan setir secara otomatis dan pikiran Anda mungkin bisa dialihkan ke hal-hal yang tidak rutin seperti mengamati lalu lintas atau berbicara dengan penumpang Anda.

Ketika kita berada di situasi yang tidak biasa, kita harus lebih memperhatikan secara detail apa yang kita lakukan, dan itu sejenak membawa pikiran kita jauh dari ‘gambaran besar’.

Karena itu, percakapan bisa tiba-tiba berhenti ketika pengemudi berada di persimpangan jalan yang riuh atau ketika mesin kendaraan mulai terdengar aneh dari biasanya.

Bagaimana perhatian kita turun dan naik di hierarki aksi inilah yang memungkinkan kita berperilaku kompleks, menyusun rencana koheren di atas berbagai momen, di banyak tempat, atau dengan membutuhkan berbagai aksi.

“Doorway Effect” terjadi ketika perhatian kita beralih dari satu level ke level lain dan itu mencerminkan betapa tergantungnya memori kita – bahkan memori tentang apa yang ingin kita lakukan – pada lingkungan di sekitar kita.

Bayangkan Anda naik ke lantai atas untuk mengambil kunci, lalu tiba-tiba lupa untuk apa Anda naik ke atas begitu Anda memasuki kamar tidur.

Secara psikologis, apa yang terjadi adalah tujuan (yaitu kunci!) terlupakan bahkan ketika kita sedang melakukan tindakan nyata untuk mewujudkannya (yaitu pergi ke kamar tidur!).

Mungkin rencana itu juga bagian dari rencana yang lebih besar (bersiap untuk meninggalkan rumah!), yang tentu adalah bagian dari rencana yang lebih besar dan besar lagi (pergi kerja!, pertahankan pekerjaan Anda!, produktif dan jadilah warga yang bertanggung jawab!, atau lainnya).

Tiap level membutuhkan perhatian di titik tertentu.

Di saat otak kita 'mengemudi' di hierarki yang kompleks ini, kebutuhan untuk mengambil kunci muncul di pikiran, dan -seperti pemain sirkus yang berusaha menjaga piring-piring berputar di atas tiang- perhatian Anda fokus ke hal itu cukup lama untuk mengkonstruksi rencana, tetapi kemudian beralih ke hal lain (seperti berjalan ke kamar tidur, atau bertanya-tanya siapa yang meninggalkan pakaian di tangga lagi, atau apa yang akan Anda lakukan ketika Anda sampai kantor, atau satu juta hal lain yang Anda butuhkan dalam hidup).

Dan kadang piring berputar itu jatuh. Memori kita, bahkan tujuan-tujuan kita, berada di jaring asosiatif.

Ini bisa berarti lingkungan fisik di mana kita membayangkannya, itulah mengapa mengunjungi rumah masa kecil bisa mengingatkan kita pada kenangan-kenangan yang sebelumnya terlupa, atau bisa juga lingkungan mental - rangkaian hal-hal yang kita pikirkan ketika satu hal muncul di kepala.

"Doorway Effect" terjadi karena kita berada pada lingkungan fisik dan mental yang berbeda, bergerak dari satu ruang ke ruang lain dan berpikir tentang banyak hal yang berbeda.

Karena itu, tujuan yang terburu-buru kita raih - yang mungkin hanya satu piring di antara banyak piring yang coba Anda putar - akan terlupakan ketika konteks berubah.

Ini adalah sebuah jendela menuju bagaimana kita mengorganisir untuk mengkoordinasikan tindakan kompleks, mencocokkan rencana dengan aksi sehingga memungkinkan diri kita meletakkan batu bata yang tepat untuk mendirikan 'katedral hidup kita'.

5 Kebiasaan Ini Bisa Membuat Anda Kekurangan Energi


Sering merasa lelah setelah usia menginjak 40 tahun? Anda tak sendiri. Sebuah studi yang dilakukan oleh lembaga Centers for Disease Control and Prevention menemukan, 58% orang di usia tersebut terbiasa tidur kurang dari tujuh jam setiap malam.

Studi ini juga menemukan bahwa 80% orang usia 50 tahun ke atas tanpa segaja tertidur di siang hari setidaknya sekali selama sebulan.

"Walau hubungan antara kurang tidur dan penuaan tidak terpisahkan, Anda mungkin terkejut bahwa kurang tidur maupun usia ternyata tak berpengaruh banyak terhadap tingkat energi yang Anda miliki sehari-hari," kata Julie Hammerstein, ahli gizi dan direktur pusat penurunan berat badan The Source.

Dengan kata lain, Anda mungkin lelah karena hal-hal kecil yang Anda lakukan sepanjang hari, bukan karena faktor kurang tidur atau usia. Berikut kebiasaan kecil yang bisa membuat Anda merasa kurang energi dan perlu diantisipasi segera.

1. Sarapan tanpa karbohidrat.
Karbohidrat tak selalu identik dengan kenaikan berat badan. Pada kenyataannya, tubuh Anda membutuhkan karbohidrat untuk menghasilkan energi.
Sebuah studi dalam Journal of American Dietetic Associationmenemukan, orang-orang yang melakukan diet rendah karbohidrat mengalami kelelahan yang lebih besar dan keengganan untuk berolahraga ketimbang diet jenis lain.

Para peneliti di Mayo Clinic pun pernah menemukan hasil yang sama. Kunci agar karbohidrat tak memicu kenaikan berat badan ialah memilih jenisnya. Sereal manis, nasi putih serta roti putih tidak begitu baik untuk Anda. Sedang karbohidrat alami seperti biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran merupakan sumber terbaik.

2. Membiarkan ruangan berantakan.
Berada di ruangan atau meja kerja dengan tumpukan barang bisa menguras energi Anda secara psikologis.
Menurut penelitian dari Universitas Princeton Neuroscience Institute, kekacauan dapat membuat otak Anda merasa kewalahan dan tidak mampu untuk fokus, itulah yang akhirnya membuat Anda lelah.

Solusi terbaiknya, segera bersihkan area yang berantakan demi mooddan energi yang semakin meningkat.

3. Minuman bervitamin.
Jenis minuman kemasan kini memenuhi pasar. Untuk menambah energi, minuman berenergi atau minuman bervitamin kerap menjadi pilihan. Masalahnya, minuman berenergi atau bervitamin dengan kandungan vitamin B dan taurin yang dipercaya bisa menambah energi, justru bisa berefek sebaliknya.

Hal ini karena tubuh tidak mudah mencerna vitamin B dalam bentuk minuman-minuman tersebut. Justru, itu bisa membuat Anda gelisah dan akhirnya menimbulkan perasaan lelah.

4. Tidak makan sayur.
Sederhananya, vitamin, mineral, dan nutrisi yang terdapat dalam buah-buahan dan sayuran begitu diperlukan oleh tubuh untuk kesehatan yang optimal.

Antioksidan yang ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran melindungi tubuh Anda dari kerusakan radikal bebas, yang dapat menyebabkan penuaan dini, kurangnya energi, bahkan mencegah kanker.

5. Menatap layar elektronik seharian.
Menatap laptop, ponsel, maupun televisi seharian penuh, walau sambil duduk santai itu bisa membuat Anda lelah.

Menurut American Optometric Association, penggunaan layar elektronik dalam jangka panjang dapat menyebabkan Computer Vision Syndrome. Gejala tersebut termasuk kelelahan, penglihatan kabur, dan sakit kepala.

Untuk itu, para ahli menyarankan setiap 20 menit Anda menatap layar, melihat jauhlah selama 20 detik, dan fokus pada sebuah objek sejauh 20 kaki. Kegiatan itu bisa mengurangi kelelahan pada mata.

Trik Ampuh Mengakali Aplikasi Penyedot Kuota Internet


Aplikasi mobile, baik itu Android dan iOS, memang punya tingkat konsumsi data yang berbeda-beda. Ada yang sedikit, ada juga yang mampu menyedot internet banyak dengan cepat.

Jika sudah keasyikan menggunakan satu aplikasi, seringkali pengguna tidak sadar kuota internetnya sudah mau atau telah habis. Agar kejadian tersebut tidak menimpa Anda, ada baiknya mengenali berbagai aplikasi yang rakus data. Berikut lima aplikasi yang rakus kuota internet.

1. Facebook
Kuota data dijamin bisa jebol, jika pengguna rutin mengecek Facebook setiap lima menit sekali. Pasalnya, aplikasi ini tidak hanya berisikan pesan teks saja, tetapi ada juga foto dan video, yang biasanya memang menyedot banyak kuota internet. 

Namun kejadian paling buruk adalah ketika Anda mengeceknya setiap lima menit, ditambah menyalakan fitur autoplay video.
Fitur ini akan membuat video di linimasa secara otomatis diputar ketika pengguna mencapai bagian tersebut.
Untungnya, fitur autoplay tersebut bisa dimatikan atau hanya berjalan ketika perangkat pengguna terhubung ke WiFi.

2. Twitter
Kicauan-kicauan yang dtampilkan di linimasa memang pendek. Satu tweet hanya sepanjang, maksimal, 140 karakter saja.
Meski ada banyak kicauan yang muncul, pengguna biasanya tak akan merasa kuota internet mereka disedot habis. Toh, menampilkan kicauan tak membutuhkan kuota besar, bukan?

Namun, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan. Seperti halnya Facebook, Twitter juga memiliki fiturautoplay video. Setiap kali Anda membiarkan video berputar, maka kuota internet akan tersedot banyak.
Agar hal tersebut tidak terjadi, sebaiknya matikan fitur tersebut. Caranya, Anda tinggal menyentuh ikon titik tiga di sudut kanan aplikasi, kemudian pilih menu Settings. Setelah itu pilih tab bertuliskan Data.
Atur agar autoplay hanya berfungsi saat terhubung ke WiFi atau matikan saja fitur tersebut.
Supaya lebih hemat lagi, Anda juga bisa mengatur agar aplikasi tidak menampilkan gambar atau foto.

3. Instagram
Selain foto, Instagram kini juga dijejali berbagai video. Konten foto saja sudah menyedot kuota cukup besar. Bagaimana jika ditambah lagi dengan video?
Konsumsi kuota internet akan lebih rakus jika Anda membiarkan video-video tersebut berputar secara otomatis. Sayangnya, fitur tersebut tidak bisa dimatikan.

Sebagai solusi, cobalah buka menu pengaturan. Anda akan menemukan tab bertuliskan Cellular Data Use di bagian bawah. Pilih tab tersebut dan nyalakan fitur Use Less Data. Dengan demikian aplikasi akan otomatis menghemat kuota internet Anda.
Pengaturan tersebut tidak akan mematikan autoplay. Tapi sebagai gantinya, Instagram tidak akan memutar video saat Anda menggunakan koneksi internet seluler.

4. YouTube
Sebagai aplikasi pemutar video, sudah tentu YouTube merupakan yang paling besar memakan kuota internet. Untungnya aplikasi buatan Google ini tidak otomatis memutar video, sehingga pemakaiannya bisa sesuai kesadaran pengguna.

Untungnya lagi, Anda masih bisa berhemat kuota internet, jika tetap ngebet nonton YouTube dismartphone. Caranya dengan mengatur YouTube pada resolusi video terendah. Jangan lupa nyalakan fitur Play HD on WiFi Only, sehingga resolusi tinggi yang memakan banyak kuota internet itu tak bisa diputar menggunakan koneksi seluler.

5. Spotify
Aplikasi streaming musik ini memanjakan telinga penikmat musik. Jika Anda memakai aplikasi lagu yang seolah tak ada habisnya itu sebagai teman berkegiatan, kuota data Anda dipastikan terkuras.
Cara yang lebih hemat, Spotify menawarkan fitur download untuk pengguna premium. Dengan cara ini, pengguna bisa mengunduh berbagai album lagu favorit dan memutarnya tanpa harus berulang kali memakai kuota internet.

Jika ruang penyimpanan gadget hanya sedikit dan tetap ingin mendengarkan secara online, Anda tetap bisa menghemat kuota internet. Caranya dengan mengatur kualitas streaming musik.
Masuk menu pengaturan pada Spotify dan pilih tab Streaming Quality. Berikutnya akan tampil pilihan Otomatis, Normal, High, dan Extreme. Cukup atur pada kualitas Normal saja.

Terungkap, Cara Menghapus Kenangan Menyakitkan.

Peneliti telah menemukan cara jauh lebih murah dan tidak terlalu rumit untuk menghapus kenangan yang tidak diinginkan. Menurut sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Psychonomic Bulletin & Review, kunci untuk melupakan cukup dengan berbaring dan mengubah cara kita berpikir tentang "konteks" ingatan di sekitar kita.

Konteks adalah hal cukup luas dan sulit untuk dijabarkan. Pada dasarnya, mengacu pada segala sesuatu yang terjadi di sekitar peristiwa tertentu, dan, menurut penulis studi, memiliki pengaruh besar atas bagaimana kenangan diorganisir dan direkam oleh otak. Misalnya, jika Anda kebetulan memiliki pengalaman buruk setelah minum terlalu banyak tequila (ini merupakan memori yang cukup efektif untuk dihapus), maka kenangan buruk akan kembali tergali bila Anda mengambil segelas minuman yang sama di lain waktu.

Anda mungkin akan hanya menyalahkan diri sendiri karena terlalu mabuk dan menempatkan diri dalam emosi tertentu, namun orang-orang yang mengalami peristiwa menyedihkan yang lebih serius terkadang-kadang dapat menderita pasca-traumatic stress disorder (PTSD), dimana isyarat kontekstual tertentu dapat menghidupkan kembali kenangan menyakitkan mereka. Jika penderita dapat belajar memisahkan kenangan ini dari konteks mereka, ini mungkin dapat meringankan PTSD mereka.

Peneliti dari Universitas Princeton dan Dartmouth College menguji kemungkinan tersebut. Mereka melakukan tes memori pada subyek (relawan penelitian). Peneliti menunjukkan daftar kata-kata untuk dihafal atau lupakan. Dalam melihat setiap kata, peneliti memberikan selingan dengan menunjukkan gambar dari pemandangan alam, seperti gunung atau hutan, dengan harapan subyek secara otomatis akan mengasosiasikan memori dari kata-kata dengan isyarat kontekstual ini.

Para peneliti menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) untuk mengamati aktivitas otak partisipan, mencatat pola saraf yang terjadi karena mereka mengkodekan gambar-gambar kontekstual. (Baca juga : Otak Manusia Menyimpan Kenangan 10 Kali Lebih Banyak)

Subyek kemudian diminta untuk mencoba dan mengingat daftar kata, sementara peneliti sekali lagi mengukur aktivitas otak mereka menggunakan fMRI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang telah diberitahu untuk mengingat daftar, cenderung memutar ulang pola saraf yang sama terkait dengan konteks ketika mengingat kata-kata. Ini menunjukkan bahwa memori dan konteksnya telah terjalin dalam otak mereka.

Namun, subyek yang tidak mengingat daftar kata, justru tidak mengulangi pola saraf ini ketika gagal mencoba untuk mengingat kata-kata. Itu menunjukkan bahwa memori dan konteks tidak terjalin dalam pikiran mereka.

Peneliti utama, Jeremy Manning menjelaskan dalam sebuah pernyataan bahwa proses ini mirip dengan "mendorong memori masakan nenek Anda pikiran, jika Anda tidak ingin untuk berpikir tentang nenek Anda pada saat itu." Setelah penelitiannya diidentifikasi sebagai mekanisme untuk melupakan , ia berharap untuk melihat karyanya digunakan sebagai platform untuk mengembangkan berbagai terapi memori baru.


"Sebagai contoh, kita mungkin ingin melupakan peristiwa traumatis, seperti tentara dengan PTSD. Atau kita mungkin ingin mendapatkan informasi lama dari kepala kita, sehingga kita bisa fokus belajar materi baru," katanya.

Stop 4 Kebiasaan "Nge-charge" Smartphone seperti Ini



Smartphone memiliki segudang "kepintaran" dibanding dengan ponsel dasar (feature phone) yang biasa hanya digunakan untuk menelepon dan SMS.

Berkat kepintaran tersebut, smartphone lebih rakus memakan daya dari baterai. Ponsel pintar paling banter hanya bertahan satu hari dan harus di-charge kembali. Berbeda dengan ponsel dasar yang cukup di-charge seminggu sekali.

Karena intensitas pemakaian dan sering di-charge membuat baterai smartphone bekerja lebih keras. Untuk itu, pengguna harus tepat dalam merawat baterainya agar lebih tahan lama.

Nah, berikut empat kebiasaan buruk yang biasa dilakukan pengguna dan harus dihenntikan agar baterai ponsel tidak cepat rusak:

1. Stop kebiasaan pakai powerbank

Perangkat baterai portabel (powerbank) sering kali menjadi penyelamat saat baterai smartphone "sekarat". Namun, banyak pengguna yang sering kali mengisi daya lewat powerbank meski tidak sedang darurat dan sebenarnya memungkinkan menggunakan perangkat charger.

Hentikan kebiasaan nge-charge smartphone seperti itu. Keseringan menggunakan powerbank bisa membuat daya tahan baterai smartphone berkurang.

Tak seperti charger via listrik, powerbank tidak sepenuhnya mengalirkan daya yang stabil dan sesuai spesifikasi smartphone. Ditambah lagi dengan banyak beredarnya powerbank dengan kualitas rendah.

Kebiasaan buruk lain yang perlu disetop adalah men-chargesmartphone menggunakan laptop atau PC melalui kabel data. Seperti powerbank, arus listrik dari komputer tidak dirancang untuk mengisi daya smartphone sesuai standar.

Jadi mulai sekarang, hanya gunakan powerbank dan komputer jika benar-benar dalam keadaan darurat.

Smartphone memiliki segudang "kepintaran" dibanding dengan ponsel dasar (feature phone) yang biasa hanya digunakan untuk menelepon dan SMS.

Berkat kepintaran tersebut, smartphone lebih rakus memakan daya dari baterai. Ponsel pintar paling banter hanya bertahan satu hari dan harus di-charge kembali. Berbeda dengan ponsel dasar yang cukup di-charge seminggu sekali.

Karena intensitas pemakaian dan sering di-charge membuat baterai smartphone bekerja lebih keras. Untuk itu, pengguna harus tepat dalam merawat baterainya agar lebih tahan lama.

2. Stop pakai sembarang charger

Perangkat charger smartphone dan tablet Android memiliki bentuk yang seragam sehingga sering dipakai bergantian untuk semua perangkat.

Padahal, tiap perangkat memiliki charger dengan spesifikasi khusus yang disesuaikan dengan jenis perangkat dan kapasitas baterainya. Charger perangkat tablet biasanya memiliki ukuran ampere yang lebih besar.

Charger yang tidak sesuai spesifikasi secara perlahan akan mengurangi kinerja baterai smartphone. Jadi, mulai sekarang jangan pakai charger tablet untuk mengisi baterai ponsel. Gunakan charger orisinal atau yang sesuai spesifikasi standar ponsel Anda.

3. Stop men-charge semalaman

Kondisi ekstrim berbahaya bagi kesehatan baterai smartphone. Men-charge terus smartphone yang sudah penuh dalam waktu lama tidaklah baik. Yang sering dilakukan adalah men-charge ponsel semalaman.

Smartphone terkini memang sudah dilengkapi dengan fitur overharge protection yang menjaga baterai berhenti diisi saat penuh. Namun, beberapa riset menyebutkan baterai bisa terjaga kualitasnya jika diisi tidak sampai penuh 100 persen, cukup sampai 80-90 persen.

Jadi, tak ada salahnya untuk menghentikan kebiasaan nge-chargesemalaman agar usia baterai bisa lebih panjang.

4. Stop kosong kelamaan

Membiarkan baterai benar-benar kosong lebih tak baik lagi. Jika sering seperti ini, maka ketahanan baterai akan perlahan menurun.

Alasannya, jika baterai benar-benar dalam keadaan kosong, sel baterai akan "tidur". Jika tak cepat-cepat "dibangunkan", kemungkinan terburuknya sel tersebut bakal kehilangan kemampuan untuk menyerap daya dari alat pengisian.

Pengisian daya terbaik, berdasarkan sejumlah riset, saat baterai berada di bawah angka 40 persen, pada kisaran 15 sampai 35 persen.

Stop berharap baterai bisa hidup selamanya

Manusia saja hidup hanya sementara, apalagi baterai smartphone. Faktanya, setiap tahun ketahanan baterai bakal semakin menurun. Walau pengguna telah merawat baterai dengan benar, setiap baterai punya umur.

Untuk itu, jangan sedih. Bersedialah membeli baterai baru demi kesehatan smartphone. Tips yang telah dipaparkan hanya mampu memanjangkan umur baterai, bukan membuatnya abadi.

Memang banyak smartphone terkini yang tidak memberi opsi pengguna untuk mengganti baterai dengan mudah. Untuk itu, silakan hubungi teknisi atau pusat layanan terdekat.

Sumber : TechnoMagz

Kiat Menjaga Ponsel Tetap Menyala Kala Mati Lampu.


Salah satu ancaman yang muncul saat musim hujan adalah aliran listrik yang mati. Apalagi saat ini kita cenderung tergantung pada gadget yang pada dasarnya sangat membutuhkan asupan listrik untuk dapat menyala. Untuk itu, berikut ini beberapa tips menjaga ponsel tetap menyala saat mati lampu.

Hal pertama yang perlu dilakukan jelas merujuk pada kesiapsiagaan kita untuk kondisi darurat. Selalu pastikan pengisi daya mobile atau lebih dikenal dengan “power bank” dalam kondisi terisi penuh. Jika baterai ponsel masih dapat dilepas, siapkan pula baterai cadangan.

Untuk kebutuhan berkomunikasi dalam kondisi darurat, utamakan penggunaan pesan teks atau SMS dibanding panggilan suara. Selain karena lebih sedikit mengonsumsi daya, pesan singkat juga lebih jarang mengalami masalah dalam kondisi darurat seperti saat mati lampu.

Batasi penggunaan panggilan atau pengiriman SMS hanya untuk kondisi darurat saja. Matikan pula fiturmobile data dan WiFi jika tidak benar-benar dibutuhkan. Bahkan, jika perlu dan kondisi baterai sudah tersisa sangat sedikir, kita dapat mengaktifkan mode Airplane. Dalam kondisi ini, ponsel tidak akan mengonsumsi daya untuk mencari sinyal seluler.

Cara lain menjaga ponsel tetap menyala saat mati lampu adalah dengan mengurangi tingkat kecerahan layar sampai di kondisi terendah serta memastikan tidak ada aplikasi tak terpakai yang bekerja di belakang layar.

Kisah Awal Kehidupan Bumi Menurut Sains


Bumi yang penuh kehidupan sekarang ini awalnya hanya berisi batuan cair yang membara panas, seperti lava gunung berapi yang menyembur dan mengalir deras membakar semua yang dilewatinya.  Kondisi ini terus berlangsung dalam waktu yang sangat lama, sampai akhirnya cukup banyak kalor yang terlepas ke udara dan suhu permukaan bumi mendingin. 
Terbentuklah daratan dan lautan yang berasal dari terpisahnya unsur padat dan cair, dan angkasa yang masih diisi oleh atmosfir primitif.  Atmosfir primitif bumi saat itu dipenuhi gas beracun akibat ketidak-mampuannya untuk menyaring sinar UV matahari.  Ini terus berlangsung sampai sekitar 3 milyar tahun yang lalu.

“Lalu di mana kehidupannya?” tanya seseorang.  Kehidupan muncul sekitar 2,5-3 milyar tahun yang lalu, dan bukan dari tanah yang tiba-tiba tertiup udara dan bernafas, namun dari laut.  Karena kondisi atmosfir yang tidak mendukung, semua kehidupan di permukaan darat akan habis tersiksa oleh sengatan matahari yang dahsyat dan udara yang tipis akan kandungan oksigen.  Jarak permukaan sampai ke dasar laut sangatlah dalam, dan laut berfungsi sebagai tabir surya di masa awal mula kehidupan.  Panas bumi dan cahaya matahari, keduanya merupakan faktor penting tercampur-aduknya sop purba dalam reaksi kimia yang menghasilkan organisme hidup perdana.  Asam amino adalah bahan dasarnya, dan reaksi yang mengaktifkan terbentuknya organisme purba ini akhirnya membuatnya mengembangkan kemampuan menyerap energi dan berkembang biak.

Bakteri yang menjadi nenek moyang seluruh kehidupan di bumi memanfaatkan energi cahaya matahari.  Mereka berwarna ungu, dan berkembang biak, menyebar dan memenuhi seluruh lautan.  Bayangkan bumi terlihat ungu dari luar angkasa, tidak seperti sekarang bercahaya biru. Hanya sebagian cahaya matahari yang dipakai oleh bakteri primitif ini, sisanya masuk ke laut yang lebih dalam.  Bakteri yang berkembang berikutnya memanfaatkan spektrum cahaya tersisa, yang menjadikan mereka berwarna hijau.  Mereka dikenal sebagai Cynobacteria, mikroba hijau inilah yang kemudian menjadi nenek moyang seluruh spesies tumbuhan di dalam Kingdom Plantae.

Cynobacteria memiliki kemampuan yang tidak dimiliki makhluk lain, fotosintesis.  Dengan memanfaatkan energi dari cahaya matahari, mereka memisahkan air menjadi hidrogen dan oksigen.  Hidrogen dipakai untuk bereaksi dengan karbondioksida menjadi gula, dan oksigen dilepaskan ke udara, mengisi atmosfir, dan akhirnya bereaksi membentuk Ozon.  Ozon inilah yang menjadikan atmosfir bumi mampu menyaring sinar UV matahari.  Sisa oksigen yang berlimpah bermanfaat untuk respirasi tumbuhan, dan dengan kondisi yang ramah kehidupan ini, makhluk lain yang memanfaatkan oksigen untuk mencerna makanan ikut mengalami ledakan populasi dan berevolusi.

Ilmuwan menyebut kejadian ini sebagai Oksidasi Besar, yaitu kejadian di mana reaksi pembentukan oksigen yang memenuhi atmosfir primitif, menjadikannya kaya akan oksigen (O2) dan akhirnya membentuk ozon (O3) yang menahan terjangan sinar matahari dan menstabilkan atmosfir sehingga mendukung kehidupan.

Kapan Awal Mula Tradisi Bertunangan dengan Cincin Berlian?

Image By : Thinksft

Tradisi menyematkan cincin pertunangan ke jari manis wanita ternyata memiliki sejarah yang panjang dan menarik untuk disimak.

Dilansir dari situs Brides, tradisi bertukar cincin pertunangan awalnya muncul dari zaman Mesir kuno dan Yunani kuno.

Ya, pada zaman tersebut pria juga mengenakan cincin pertunangan.

Di zaman mesir kuno, seorang pria selalu menggunakan cincin sebagai lambang kekayaan mereka. Oleh karena itu,  mereka pun memberikan pasangan mereka satu cincin untuk berbagi kekayaan.
Sementara itu,  pada zaman Yunani kuno, pasangan yang tengah mabuk cinta akan memberi hadiah cincin emas ke masing-masing pasangan.
Cincin emas hanya diberikan kepada pasangan yang tahu bahwa mereka akan menikah secepatnya.

Sekarang, mari beralih ke zaman Romawi kuno, tukar cincin bahkan dilakukan oleh orangtua pasangan juga.
Pada abad ke-11, pihak Gereja di negara Barat mengumumkan, pentingnya arti dari cincin pada upacara pernikahan. 
Alhasil, memasuki pertengahan abad ke-16, cincin pertunangan resmi menjadi bagian dari upacara pernikahan. Berdasarkan tradisi Gereja Katolik hanya wanita saja yang mengenakan cincin pertungan, pria tidak.

Pada zaman lampau, hanya seorang raja dan ratu yang dapat mengenakan cincin dengan bebatuan berharga.
Rakyat biasa umumnya mengenakan cincin pertunangan dari bahan emas atau besi.
Cincin pertunangan pada Ratu Victoria dri Inggris, hadir dalam bentuk yang berharga dan warna-warni akhirnya menjadi populer di kalangan masyarakat.
Cincin itu berbeda dengan batu berlian yang baru ditemukan pada era tersebut dan hanya dikenakan oleh kalangan bangsawan.

Cincin pertunangan dengan mata berlian baru populer di kalangan masyarakat biasa pada tahun 1930-an.
Perusahaan produsen berlian, De Beers, pada era 30-an menyewa agensi iklan di New York untuk mempromosikan cincin pertunangan dengan mata berlian.
Iklan yang paling tersohor dan sukses di pasaran memiliki jargon "A Diamond is Forever (Berlian adalah Abadi),".
Sebenarnya, kalimat pada iklan tersebut ditujukan DeBeers untuk memberi kesan bahwa berlian langka (ekslusif), cocok untuk digunakan berinvestasi, dan mempertahankan harga jual berlian.
Tak disangka iklan tersebut menyimpang menjadi artian cinta yang abadi. 
Akibatnya, cincin pertunangan dengan mata berlian sangat laku di pasaran hingga saat ini karena mencerminkan cinta setia sepanjang masa.

Jangan Kupas Kulit Buah dan Sayuran Ini

Kulit berwarna dari beberapa buah dan sayuran sebenarnya merupakan konsentrasi terbanyak dari vitamin, mineral, dan antioksidan.

Untuk menjaga pola makan sehat seringkali kita harus mengeluarkan upaya lebih, misalnya saja memasak sendiri ketimbang jajan di luar, atau pun mengecek label dalam kemasan makanan. Tapi, tak semuanya demikian.
Dalam hal mendapatkan serat dan nutrisi dari bahan makanan, ternyata kita tak perlu repot-repot mengupas. Kulit berwarna dari beberapa buah dan sayuran sebenarnya merupakan konsentrasi terbanyak dari vitamin, mineral, dan antioksidan.



Berikut adalah 6 jenis buah dan sayuran yang sebaiknya tak perlu dikupas saat akan dikonsumsi. Meski begitu, cuci bersih buah dan sayuran ini di bawah air mengalir sebelum dikonsumsi untuk menghilangkan pestisida yang mungkin menempel.

1. Apel

Mengupas kulit buah apel memang tak akan menghilangkan kandungan vitamin C, tetapi kita bisa rugi karena kehilangan pektin, serat larut yang bermanfaat menurunkan kadar Kolesterol jahat (LDL) dan gula darah. Pektin juga lebih lambat dicerna sehingga perut lebih awet kenyang.

2. Wortel

Wortel kaya akan polyacetylenes, zat yang saat ini sedang diteliti karena berpotensi membunuh sel kanker dalam uji coba di laboratorium. Zat tersebut juga memiliki kandungan antijamur, antibakteri, serta antiperadangan.
Polyacetylenes hanya terdapat di bawah kulit wortel, karenanya sebaiknya konsumsi wortel tanpa dikupas atau dikupas tipis. 

3. Kentang

Kentang yang tidak dikupas memiliki lebih banyak serat, zat besi, serta folat, dibandingkan kentang yang telah dikupas kulitnya. Jenis kentang yang berwarna ungu bahkan memiliki lebih banyak antioksidan di kulitnya.

4. Mentimun

Dibanding dengan mentimun yang dikupas, yang tidak dikupas memiliki lebih banyak kalsium, magnesium, fosfor, potasium, vitamin A, serta vitamin K. Selain itu, sebagian besar kandungan serat dalam mentimun berasal dari kulitnya. Kandungan di dalamnya sebagian besar terdiri dari air.

5. Terung

Kulit terung mengandung antioksidan yang disebut nasunin. Dalam penelitian, antioksidan tersebut penting untuk menjaga kesehatan jaringan otak.

6. Anggur

Kulit anggur merah memiliki kandungan resveratrol, fitokimia yang bermanfaat untuk jantung dan otak. Pada penelitian pada hewan, zat tersebut juga memperlambat pertumbuhan sel kanker.

5 Fakta Efek Musik pada Kesehatan Tubuh


Musik adalah medium yang sangat kuat. Bukan cuma dapat membuat Anda ikut bersenandung dan menggerakkan badan, melainkan juga dapat membantu Anda berjuang melalui berbagai tantangan kesehatan. Berikut adalah lima alasan kita harus mendengarkan musik setiap hari:

1. Mengurangi rasa sakit

Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Frontiers in Psychologymenemukan bahwa ketika pasien fibromyalgia mendengarkan musik yang mereka sukai selama 10 menit, detak jantung mereka jadi lebih lambat dari 120 denyut per menit dan mereka juga mengaku rasa sakit mereka berkurang.

Sebaliknya, ketika mendengarkan suara bising, rasa sakit meningkat. Mobilitas para pasien juga meningkat dengan mendengarkan musik.

2. Membantu Anda lebih fokus

Besok, jika Anda perlu menyiapkan presentasi untuk kuliah atau kerja, kerjakan sambil mendengarkan musik klasik.

Penelitian tahun 2007 oleh Stanford University School of Medicine menemukan bahwa musik dari masa Baroq akhir dapat mengubah bagian tertentu di otak sehingga orang yang mendengarkannya bisa lebih fokus dalam bekerja.

3. Meningkatkan performa olahraga

Mendengarkan lagu Beyonce bisa jadi perintang waktu ketika harus menunggu pelatih datang. Namun, tahukah Anda bahwa musik juga dapat membantu Anda menyelesaikan sesi latihan yang berat?

Penelitian terhadap 20 orang dewasa yang aktif latihan interval menunjukkan bahwa musik membuat sesi olahraga menjadi lebih bisa dinikmati dan meningkatkan vitalitas. Alhasil, olahraga yang berat sekalipun jadi terasa lebih ringan dengan adanya musik favorit.

4. Meningkatkan mood

Menurut sebuah studi tahun 2011 yang dipublikasikan dalam jurnalNature Neuroscience, lagu-lagu klasik dapat mendorong pelepasan dopamin, zat kimia dalam otak yang membuat seseorang bergembira.

Cobalah dengarkan lagu “Clair de Lune” oleh Claude Debussy, “New World Symphony—Movement 4” oleh Antonin Dvorak, dan “First Breath After Coma” oleh Alexander Keats. Musik mereka telah terbukti secara sains bisa membuat pendengarnya bergembira.

5. Menenangkan hati

Jalanan macet tentu membuat siapa pun stres dan mudah marah. Jika Anda terjebak kemacetan, coba dengarkan musik mellow.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan oleh jurnal Ergonomicstahun 2013, musik dengan irama kencang dan cepat dapat membuat orang bahagia, tetapi musik dengan irama tenang dan lambat bisa membuat orang lebih tenang dan meningkatkan kemampuan mengemudi, sesuatu yang sangat diperlukan saat berkendara di jalan yang padat dan penuh tantangan.

Benarkah Main Ponsel Saat Hujan Bisa Tersambar Petir?



Apakah aman menggunakan ponsel pada saat cuaca mendung atau hujan?

Berita mengenai seorang pengguna telepon seluler (ponsel) yang tersambar petir di Karawang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu mengundang pertanyaan keamanan pemakaian ponsel saat cuaca mendung atau hujan.

Seorang pria bernama Jordan tersambar petir saat cuaca mendung di pemakaman San Diego Hills, Karawang Barat, Rabu (13/4/2016).
Menurut kabar, Jordan tersambar petir saat berada di luar tenda. Saat itu, Jordan dikatakan menggunakan perangkat handsfree (aksesori audio ponsel) dan ponselnya dimasukkan ke saku celana kiri.
Akibat sambaran petir, dua orang yang berada di dekat Jordan juga dilaporkan pingsan, sementara nyawa Jordan tidak tertolong. Paha sebelah kiri Jordan, bagian ia mengantongi ponselnya, disebut hangus terbakar.
Cerita ini didapat KompasTekno dari sumber bernama Agung, yang orangtuanya berada sekitar lima meter dari tempat kejadian di mana Jordan tersambar petir.
Apa yang dialami Jordan menimbulkan pertanyaan, apakah aman menggunakan ponsel pada saat cuaca mendung atau hujan?

Menurut jurnal yang dikeluarkan oleh lembaga cuaca Amerika Serikat, NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration), telepon seluler aman dipakai meskipun saat hujan.

"Tidak ada penghubung langsung antara Anda dan petir," tulis NOAA dalam situsnya.

Yang disarankan untuk dihindari oleh NOAA adalah penggunaan telepon kabel, misalnya telepon rumah, pada saat hujan. Sebab, kabel bisa menjadi penghantar listrik.

Insiden serupa
Meski hal itu diklaim aman, insiden terkait penggunaan ponsel saat cuaca hujan pernah terjadi.

British Medical Journal pada 2006 lalu pernah mencatat kejadian yang mirip dengan insiden Jordan. Ini dialami oleh seorang wanita 15 tahun yang disambar petir saat menelepon dengan ponsel di tempat terbuka saat kondisi hujan.
Wanita tersebut tidak sampai mengalami luka bakar, tetapi sempat mengalami serangan jantung dan berhasil diresusitasi.
Namun, satu tahun kemudian, wanita tersebut menjadi lumpuh dan harus menggunakan kursi roda. Ia juga dilaporkan mengalami kesulitan fisik serta kerusakan otak yang menimbulkan masalah emosi dan kognitif.

Kejadian lain berlangsung pada tahun 2007 silam. Seperti diterbitkan New England Journal of Medicine, seorang pelari berumur 37 tahun terpental saat petir menyambar pohon yang berada di dekatnya.
Pria tersebut mengalami luka bakar yang menjalar dari perut hingga ke bagian telinga yang membuat gendang telinganya pecah.
Investigasi yang dilakukan menyimpulkan luka bakar di telinga itu disebabkan oleh earphone yang terpasang di telinga dan peranti pemutar musik (MP3 player) yang dikantongi.
Dokter percaya bahwa aliran listrik yang seharusnya tersalurkan ke bumi justru dicegat perangkat MP3 player yang berbahan logam, masuk ke dalam tubuh. Dalam kasus ini, listrik masuk ke telinga dan membuat gendang telinga pecah.

Dikutip KompasTekno dari BBC, Kamis (14/4/2016), dokter di Inggris juga menjelaskan bahwa saat seseorang disambar petir, arus listrik bisa mengalir di luar tubuh (external flashover) atau bisa juga mengalir di dalamnya.

Benda dengan bahan konduktif (mudah mengalirkan listrik), seperti logam dan cairan, yang berhubungan langsung dengan kulit, berpotensi mengalirkan arus listrik masuk ke dalam tubuh.
Jika dihubungkan dengan kasus Jordan, kemungkinan handsfree berkabel yang dipakai menjadi materi konduktif tersebut, walau hal ini masih harus diselidiki lebih lanjut.

Jadi, meski belum jelas apakah bermain ponsel saat cuaca mendung atau hujan dan banyak petir itu berbahaya, yang jelas komponen-komponen yang ada di dalam ponsel, seperti logam dan kabel, adalah materi penghantar listrik yang berbahaya digunakan saat hujan atau ada petir.

Tips aman 
Hingga kini, masih ada pertentangan apakah menggunakan ponsel pada saat cuaca mendung atau hujan itu berbahaya atau tidak.

Namun, untuk meminimalisasi risiko, ada baiknya kita melakukan tindakan pencegahan sebagai berikut,
  • Di luar ruangan:
-Jika ramalan cuaca mengatakan akan ada badai petir, tunda semua aktivitas.
-Saat ada petir, masuk ke dalam rumah atau cari tempat berlindung.
-Jika tidak ada lokasi berlindung, berjalanlah secara merangkak atau merayap, usahakan badan serapat mungkin dengan tanah atau bumi.
-Hindari dinding atau lantai beton sebab aliran listrik bisa merambat melalui logam besi atau kawat yang menjadi rangka beton.
-Panduan keamanan di saat petir adalah aturan 30-30. Setelah melihat kilat, mulai berhitung hingga 30. Jika mendengar geledek sebelum hitungan ke-30, masuk ke dalam ruangan. Tunda aktivitas di luar hingga 30 menit setelah bunyi geledek terakhir

  • Dalam ruangan: 
-Hindari penggunaan air pada saat badai petir. Arus listrik petir bisa mengalir melalui pipa ledeng.
-Hindari peralatan listrik segala jenis. Listrik petir bisa merambat melalui sistem elektrik dan radio serta sistem antena televisi.
-Hindari penggunaan telepon kabel.
-Hindari dinding dan lantai beton.

Bagaimana Pengaruh Paspor Indonesia?

Bagaimana Pengaruh Paspor Indonesia?
                              Image : Thinksoft         

Seberapa besar pengaruh paspor Indonesia dibanding negara-negara lain? Hasilnya ternyata tidak terlalu bagus. Pemegang paspor Indonesia hanya bisa mengunjungi 53 negara secara bebas visa atau visa on arrival.

Pemegang paspor Inggris, Finlandia, dan Swedia, disebut-sebut sebagai paspor paling berpengaruh di dunia. Ketiganya memiliki akses terbaik untuk bepergian ke berbagai negara di dunia. Hal tersebut diungkapkan berdasarkan informasi yang dihimpun Good Magazine.

Seperti dikutip dari Dailymail.co.uk, pemegang paspor Inggris bisa masuk dengan mudah ke banyak negara, dibanding pemegang paspor negara maju lainnya seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Jerman.

Pemegang paspor Inggris, Finlandia, dan Swedia, bisa mengunjungi 173 negara dengan akses bebas visa atau kemudahan mendapatkan visa on arrival. Sebagai perbandingan, pemegang paspor Amerika Serikat dan Jerman bisa mengunjungi 172 negara. Sementara paspor Kanada bisa mengunjungi 170 negara dan Australia bisa mengunjungi 168 negara.

Tak heran, berdasarkan informasi yang dihimpun tersebut, negara-negara di kawasan Eropa, Amerika bagian utara (Amerika Serikat dan Kanada), dan Australia, merupakan negara-negara dengan akses termudah untuk melancong ke berbagai negara di dunia.

Sementara itu, negara-negara di kawasan Amerika Selatan memiliki akses menengah dalam hal kemudahan mengunjungi negara-negara di dunia. Sedangkan pemegang paspor Asia dan Afrika, rata-rata harus berjuang keras untuk melakukan perjalanan karena susahnya akses mendapatkan bebas visa maupun visa on arrival.

Negara dengan paspor paling tak berpengaruh di dunia adalah Afghanistan. Pemegang paspor Afghanistan hanya bisa mengunjungi 28 negara secara bebas visa ataupun visa on arrival. Irak, Pakistan, dan Somalia juga termasuk di bagian terbawah, dengan hanya akses ke 31 atau 32 negara.

Pemegang paspor dari kawasan Asia Tenggara

Sementara itu, Jepang merupakan negara dengan paspor paling berpengaruh di kawasan Asia. Pemegang paspor Jepang bisa mengunjungi 170 negara secara bebas visa maupun visa on arrival.

Dari kawasan Asia Tenggara, paspor Singapura merupakan paspor paling berpengaruh di kawasan tersebut. Pemegang paspor Singapura bisa mengunjungi hingga 167 negara secara bebas visa maupun visa on arrival. Kemudian disusul Malaysia sebanyak 163 negara.

Masih di kawasan Asia Tenggara, Brunei di urutan ketiga dengan 146 negara. Lalu, Thailand di urutan keempat dengan 68 negara dan Filipina di urutan kelima dengan 58 negara. Barulah di urutan keenam adalah Indonesia yang memiliki akses mengunjungi 53 negara secara bebas visa maupun visa on arrival.

Sumber : Artificial.com

Kategori

Kategori