Tampilkan postingan dengan label Gadget. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gadget. Tampilkan semua postingan

Apakah Status Facebook Mengambarkan Kepribadian Seseorang?


Dari pernyataan rendah hati hingga teriakan samar untuk  mencari perhatian, banyak status Facebook yang menarik untuk kita amati. Jutaan dari kita menulis status situs media sosial setiap hari. 

Sebuah penelitian baru mengatakan, status Facebook seseorang benar-benar dapat mengatakan banyak hal tentang kepribadian penulisnya. Status di media sosial dapat mengungkapkan apakah kita seorang narsis atau neurotik, dan berapa banyak harga diri yang kita miliki, kata peneliti.

Menulis tentang hal-hal yang romantis tentang pasangan adalah tanda harga diri yang rendah, menurut penelitian. Penelitian dilakukan oleh Brunel University dengan menganalisa 555 pengguna Facebook.

Survei difokuskan pada lima besar ciri kepribadian: ekstrovert, terbuka, ramah, neurotisis dan penuh kesadaran. Plus  harga diri dan tingkat narsis mereka.

Para ilmuwan menemukan, pengguna cenderung untuk mengirim update sesuai dengan ciri-ciri kepribadian mereka. Mereka menemukan orang dengan skor narsis yang tinggi  mencari pengakuan dari orang lain yang tidak bisa mereka temukan secara offline.

Orang yang ekstrovert memanfaatkan Facebook sebagai alat untuk terlibat secara sosial dan kerap menulis status tentang kegiatan sosial. Mereka juga kurang termotivasi oleh rasa suka dan lebih termotivasi oleh interaksi dengan orang lain. Lengkapnya, inilah hasil dari penelitian tersebut.


Narsis

Orang yang narsis kerap menulis status tentang prestasi mereka baik di bidang diet, olahraga dan lainnya karena mereka mencari perhatian dan validasi.


Terbuka, penuh rasa ingin tahu, kreatif


Orang yang terbuka, penuh rasa ingin tahu dan kreatif sering menulis status tentang keyakinan politik dan topik intelektual karena mereka suka mencari serta berbagi informasi dalam  interaksi social.


Teliti

Tipe teliti  jarang menulis status karena mereka cenderung waspada mengenai bagaimana orang lain menerima status mereka. Ketika mereka menulis status, seringkali tentang anak-anak mereka


Tingkat percaya diri rendah

Orang yang rendah  diri sering menulis status tentang mitra romantis mereka, untuk menumpas rasa tidak aman dan menunjukkan hubungan mereka berjalan dengan baik.

Ini Dia Aplikasi Smartphone untuk Bantu Jalankan Puasa dengan Tenang.


Empat aplikasi berikut ini dapat membantu menjalankan ibadah puasa dengan tenang. Keempat aplikasi itu adalah My Ramadan Companion, Ramadan Legacy, Muslim Pro, dan Muslim Alarm. Apa saja kegunaannya?

My Ramadhan Companion
Google turut menyambut bulan suci Ramadan dengan membuat situs bertajuk 'Sahabat Ramadhanku'. "Biarkan Google membantu keseharianmu, agar kamu menjalani bulan ini dengan tenang," tulis Google di halaman itu.

Informasi yang terdapat di situs itu antara lain daftar resep makanan, waktu berbuka dan imsak, serta lokasi masjid terdekat.

Ramadan Legacy
Aplikasi ini dapat digunakan pada ponsel yang menggunakan sistem operasi Android dan iOS. Baru dirilis pada bulan ini di Inggris, Ramadan Legacy merupakan aplikasi yang membantu kita untuk meninggalkan kebiasaan buruk, serta dapat mengatur agenda yang akan kita lakukan saat bulan Ramadan.

Kedua hal itu terdapat pada fitur 'Break a Bad Habit' dan 'Host an Iftar for Your Neighbors. "Kami ingin membuat seluruh umat muslim yang menggunakan aplikasi ini, bisa mengingat hal-hal positif yang telah dilakukannya selama Ramadan," kata pembuat aplikasi Ramadan Legacy.

Muslim Pro
Aplikasi ini memungkinkan Anda mengatur alarm untuk waktu salat sehingga Anda tidak melewatkan salat lima waktu. Selain itu, aplikasi ini juga bisa menunjukkan di mana arah kiblat.

Di Muslim Pro terdapat juga peta yang bisa menunjukkan di mana masjid dan restoran halal di dekat Anda.

Muslim Alarm
Susah bangun sahur? Mungkin aplikasi ini dapat membantu Anda menyelesaikan masalah itu. Secara otomatis (menyesuaikan lokasi Anda), aplikasi ini akan mengingatkan kapan waktu buka, kapan waktu sahur, dan kapan saat imsyak.

Cerita di Balik Logo Baru Instagram.



Di saat pembuat aplikasi lain sudah beralih menggunakan logo dengan desain flat, Instagram tetap bertahan dengan desain skeumorphic (mirip dengan obyek di dunia nyata) berbentuk serupa kamera Polaroid, lengkap dengan lensa dan viewfinder.

Namun kini logo tersebut telah diubah menjadi rancangan baru yang flat, dengan outline putih dan latar belakang gradasi yang memadukan warna ungu, pink, jingga dan ungu.

Kepada Co.Design, kepala bagian desain Instagram Ian Spalter, menuturkan bahwa logo baru itu dimaksudkan supaya aplikasinya tampil lebih modern dan relevan di era seperti sekarang ketika kebanyakan pengguna menjepret foto dengan smartphone.

“Bentuknya lebih mirip dengan kamera yang dipakai orang-orang saat ini,” ujar Spalter yang sebelumnya pernah bekerja di YouTube dan Nike Plus, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari FastCodeDesign, Kamis (12/5/2016).

Maka, logo Instagram pun disederhanakan. Elemen di bagian pojok kanan atas kini tak lagi berupa jendela bidik kamera, melainkan hanya berbentuk titik kecil dengan warna putih.

Dipadukan dengan lingkaran lensa, titik putih dan lingkaran di tengah ini mengingatkan pada kamera dan sensor cahaya di smartphonemodern, ketimbang lensa dan viewfinder Polaroid jadul.

Dengan begitu, logo baru Instagram seolah melambangkan peralihan proses fotografi dari era kamera di masa terdahulu ke era smartphone.

Proses 9 bulan
Meski bentuknya sederhana, proses pembuatan logo baru Instagram ternyata ruwet. Spalter mengaku dipusingkan oleh banyak faktor. Apalagi, satu buah logo ini melambangkan identitas Instagram, sebuah aplikasi populer yang di-klik tiap hari oleh jutaan orang.

Prosesnya sendiri memakan waktu tak kurang dari 9 bulan. Pertama-tama, tim desain mencoba menemukan elemen visual apa dari logo Instagram lama yang paling diingat oleh pengguna.

Untuk melakukan ini, Spalter meminta para pegawai Instagram menggambar logo (versi lama) dalam waktu 10 detik dengan hanya mengandalkan ingatan. “Ini memberikan petunjuk pada kami mengenai apa yang paling nyantol di benak orang,” kata dia.

Ternyata, elemen lensa kamera, bentuk ikon yang persegi membulat di sudut-sudut, serta viewfinder di pojok kanan atas adalah elemen-elemen yang paling banyak diingat. Maka tiga hal inilah yang dijadikan basis logo baru Instagram.

Bagaimana dengan latar belakang berupa gradasi warna? Spalter menjelaskan background ini sebenarnya mewakili elemen stripingberwarna pelangi yang dulu terdapat di pojok kiri di atas logo Instagram lama.

Ada juga alasan praktisnya, yakni membuat logo jadi lebih mudah ditemukan oleh pengguna di antara rimba ikon aplikasi di layarhomescreen. Kalau cuma terdiri dari dua warna saja, bisa dipastikan logo baru ini gampang terlewat dari pandangan. 

Selain itu, ada banyak pula pertimbangan lain dalam membuat logo, seperti faktor scalability atau kemampuan menyesuaikan tampilan ikon dengan berbagai keperluan lain seperti web embed dan favicon di Twitter. 

Tim desain sempat merancang 300 versi dan varian berbeda sebelum akhirnya sampai pada logo baru Instagram.


Trik Ampuh Mengakali Aplikasi Penyedot Kuota Internet


Aplikasi mobile, baik itu Android dan iOS, memang punya tingkat konsumsi data yang berbeda-beda. Ada yang sedikit, ada juga yang mampu menyedot internet banyak dengan cepat.

Jika sudah keasyikan menggunakan satu aplikasi, seringkali pengguna tidak sadar kuota internetnya sudah mau atau telah habis. Agar kejadian tersebut tidak menimpa Anda, ada baiknya mengenali berbagai aplikasi yang rakus data. Berikut lima aplikasi yang rakus kuota internet.

1. Facebook
Kuota data dijamin bisa jebol, jika pengguna rutin mengecek Facebook setiap lima menit sekali. Pasalnya, aplikasi ini tidak hanya berisikan pesan teks saja, tetapi ada juga foto dan video, yang biasanya memang menyedot banyak kuota internet. 

Namun kejadian paling buruk adalah ketika Anda mengeceknya setiap lima menit, ditambah menyalakan fitur autoplay video.
Fitur ini akan membuat video di linimasa secara otomatis diputar ketika pengguna mencapai bagian tersebut.
Untungnya, fitur autoplay tersebut bisa dimatikan atau hanya berjalan ketika perangkat pengguna terhubung ke WiFi.

2. Twitter
Kicauan-kicauan yang dtampilkan di linimasa memang pendek. Satu tweet hanya sepanjang, maksimal, 140 karakter saja.
Meski ada banyak kicauan yang muncul, pengguna biasanya tak akan merasa kuota internet mereka disedot habis. Toh, menampilkan kicauan tak membutuhkan kuota besar, bukan?

Namun, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan. Seperti halnya Facebook, Twitter juga memiliki fiturautoplay video. Setiap kali Anda membiarkan video berputar, maka kuota internet akan tersedot banyak.
Agar hal tersebut tidak terjadi, sebaiknya matikan fitur tersebut. Caranya, Anda tinggal menyentuh ikon titik tiga di sudut kanan aplikasi, kemudian pilih menu Settings. Setelah itu pilih tab bertuliskan Data.
Atur agar autoplay hanya berfungsi saat terhubung ke WiFi atau matikan saja fitur tersebut.
Supaya lebih hemat lagi, Anda juga bisa mengatur agar aplikasi tidak menampilkan gambar atau foto.

3. Instagram
Selain foto, Instagram kini juga dijejali berbagai video. Konten foto saja sudah menyedot kuota cukup besar. Bagaimana jika ditambah lagi dengan video?
Konsumsi kuota internet akan lebih rakus jika Anda membiarkan video-video tersebut berputar secara otomatis. Sayangnya, fitur tersebut tidak bisa dimatikan.

Sebagai solusi, cobalah buka menu pengaturan. Anda akan menemukan tab bertuliskan Cellular Data Use di bagian bawah. Pilih tab tersebut dan nyalakan fitur Use Less Data. Dengan demikian aplikasi akan otomatis menghemat kuota internet Anda.
Pengaturan tersebut tidak akan mematikan autoplay. Tapi sebagai gantinya, Instagram tidak akan memutar video saat Anda menggunakan koneksi internet seluler.

4. YouTube
Sebagai aplikasi pemutar video, sudah tentu YouTube merupakan yang paling besar memakan kuota internet. Untungnya aplikasi buatan Google ini tidak otomatis memutar video, sehingga pemakaiannya bisa sesuai kesadaran pengguna.

Untungnya lagi, Anda masih bisa berhemat kuota internet, jika tetap ngebet nonton YouTube dismartphone. Caranya dengan mengatur YouTube pada resolusi video terendah. Jangan lupa nyalakan fitur Play HD on WiFi Only, sehingga resolusi tinggi yang memakan banyak kuota internet itu tak bisa diputar menggunakan koneksi seluler.

5. Spotify
Aplikasi streaming musik ini memanjakan telinga penikmat musik. Jika Anda memakai aplikasi lagu yang seolah tak ada habisnya itu sebagai teman berkegiatan, kuota data Anda dipastikan terkuras.
Cara yang lebih hemat, Spotify menawarkan fitur download untuk pengguna premium. Dengan cara ini, pengguna bisa mengunduh berbagai album lagu favorit dan memutarnya tanpa harus berulang kali memakai kuota internet.

Jika ruang penyimpanan gadget hanya sedikit dan tetap ingin mendengarkan secara online, Anda tetap bisa menghemat kuota internet. Caranya dengan mengatur kualitas streaming musik.
Masuk menu pengaturan pada Spotify dan pilih tab Streaming Quality. Berikutnya akan tampil pilihan Otomatis, Normal, High, dan Extreme. Cukup atur pada kualitas Normal saja.

5 Aplikasi yang Wajib Dihapus dari Android.


Beragam aplikasi smartphone tersedia untuk menambah kecerdasan ponsel. Namun, perlu diingat bahwa smartphone punya keterbatasan pada kapasitas penyimpanan dan ketahanan baterai.

Selain itu, aplikasi yang terlalu banyak juga bisa memengaruhi performa ponsel. Untuk itu, seyogianya, pengguna lebih teliti dalam memilih aplikasi mana saja yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Jika smartphone sudah telanjur lelet, ada baiknya menghapus beberapa aplikasi yang memakan memori dan baterai paling banyak.

Seperti dihimpun KompasTekno, Sabtu (25/7/2015), dari Androidpit, berikut ini beberapa aplikasi Android yang sebaiknya dilengserkan dari smartphone.

1. Facebook

Sebagian besar pengguna smartphone memiliki aplikasi jejaring sosial ini karena langsung tersedia di ponsel baru. Facebook memungkinkan pengguna terhubung dengan orang-orang kapan pun dan di mana pun. Popularitasnya pun sudah lama terjaga.
Namun, ada harga yang harus dibayar untuk menggunakan aplikasi ini. Tak hanya boros kapasitas penyimpanan karena fitur dan notifikasinya, Facebook untuk Android juga boros baterai.
Untuk tetap bermain Facebook di ponsel, pengguna cukup menyediakan shortcut untuk membuka situs Facebook pada browser. Ini akan jauh menghemat kapasitas dan baterai dibandingkan mengakses dari aplikasi.

2. Aplikasi cuaca
Aplikasi cuaca penting untuk mengetahui apakah pengguna harus membawa payung karena sebentar lagi akan hujan, atau sebaiknya menggunakan kaus tipis karena matahari sedang terik-teriknya.

Namun, pembaruan secara berkala dari aplikasi tersebut akan memakan banyak daya, apalagi jika pengguna mematrikan widgetaplikasi di homescreen.Sebagai alternatif, sebaiknya gunakan fitur Google Now untuk menanyakan informasi cuaca.

3. Anti-virus gratis
Ancaman virus pada smartphone memang bikin was-was. Namun, aplikasi antivirus dan pelindung keamanan Android lebih menyebalkan karena akan sangat boros daya baterai.

Dibandingkan mengunduh aplikasi antivirus, sebaiknya gunakan sajasmartphone secara bijak, baik dalam mengunduh aplikasi, maupun mengunduh konten-konten lainnya. Unduhlah hanya aplikasi resmi dari toko aplikasi Google Play Store.Lagi pula, Android mengklaim sistem operasinya telah terlindung dari berbagai serangan dan mengakomodasi sistem enkripsi. Google juga disebut semakin tanggap dalam mengidentifikasi dan menghapus aplikasi berbahaya dari Google Play Store.

4. Aplikasi pembersih dan peningkat kinerja
Aplikasi bersih-bersih sampah di Android, salah satunya Clean Master, menjanjikan pembersihan aplikasi untuk meningkatkan performa ponsel. Sebab, aplikasi-aplikasi yang telah dihapus terkadang menyisakan beberapa data tersembunyi (cached data) yang juga memakan kapasitas memori.

Clean Master, Cleaner, CC Cleaner, Speed Booster, dan aplikasi sejenisnya selain masih menyisakan "sampah", juga akan cepat menghabiskan daya baterai. Selain itu, iklan in-app di dalamnya juga bisa memotong kuota internet.Sebaiknya, aplikasi semacam ini dilengserkan dari ponsel. Pengguna bisa mengambil jalan alternatif dengan beranjak ke "settings" - "apps" - "downloaded" lalu tekan salah satu aplikasi, kemudian pilih "clear cache".

5. Aplikasi browser bawaan Android
Ada banyak pilihan aplikasi browser untuk Android ketimbang harus menggunakan browser bawaan. Salah satunya Chrome untuk Android atau Opera Mini.

Aplikasi ini secara utama memiliki fitur untuk mereduksi penggunaan data internet pengguna, yakni dengan menyusutkan situs yang dikunjungi. Fitur tersebut bisa menghemat penggunaan data hingga 34 persen.

Cara Unik Para Penggembala Turki Isi Ulang Baterai Ponsel.


Di Sanliurfa, Turki, para penggembala membawa semacam panel surya untuk mengisi ulang ponsel mereka.

Mungkin Anda pernah merasa panik ketika baterai smartphone Anda nyaris habis dan tidak ada tempat atau alat yang bisa mengisi ulang. Bahkan power bank sekalipun perlu diisi ulang untuk mengisi daya baterai smartphone. Namun di Turki, para penggembala menggunakan sejenis panel surya untuk mengisi ulang ponsel mereka.

Ketika ada pemberitahuan baterai ponsel sekarat, mungkin beberapa dar  kita langsung mencari stop kontak untuk mengisi ulang daya baterai ponsel. Tapi tahukah Anda, bahwa di Sanliurfa, Turki ada para penggembala yang membawa semacam panel surya untuk mengisi ulang ponsel mereka, mengagumkan bukan?

Solusi yang mengagumkan itu memang terdengar kurang praktis, tapi memanfaatkan tenaga matahari merupakan salah satu upaya alternatif penggunaan energi. 

Para penggembala ini menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk menggiring, memberi makan, dan menggembalakan hewan ternak mereka. Panel surya yang mereka bawa kemanapun ini sangat diperlukan untuk menelepon keluarga atau kerabat mereka dan mendengarkan musik melalui ponselnya.

Seperti survei yang dilakukan oleh Pew Research Center, kepemilikan atas ponsel pintar kini memang sudah menjadi hal umum. Lima puluh sembilan persen orang dewasa di Turki memiliki ponsel pintar, termasuk di Sanliurfa tempat para penggembala ini tinggal.

Tips Aman Berfoto Selfie.


Swafoto atau lazim dikenal dengan istilahselfie adalah satu cara untuk mendokumentasikan perjalanan berlibur. Bisa "selfie" sendiri, bisa juga beramai-ramai dengan mengambil tempat yang punya pemandangan indah.

Baru-baru ini terjadi kejadian naas yang menimpa wisatawan saat berlibur di pantai akibat selfie. Dua orang hilang terseret ombak saat melakukan swafoto atau selfie di Pantai Kedung Tumpang di Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur, Kamis (5/5/2016) sekitar pukul 11.00 WIB.
Niat awal berfoto selfie dan berujung maut juga banyak tercatat terjadi di Indonesia atau belahan dunia. Kasus ini bisa menjadi tamparan keras bagi wisatawan yang ingin mengambil foto selfie di lokasi wisata agar lebih berhati-hati.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau agar selalu berhati-hati dan memperhatikan kondisi sekitar saat berwisata di pantai.
Disarankan untuk tidak berenang terlalu jauh di laut dan saat ombak besar sebaiknya tidak melakukan aktivitas di laut. Wisatawan juga diimbau untuk mengikuti semua arahan dan rambu-rambu yang ada di obyek wisata.

Jangan remehkan kegiatan swafoto ini. Risiko keamanan berswafoto bahkan bisa disamakan dengan kegiatan pendakian gunung.

Dalam buku "Mountaineering: The Freedom of The Hills (2010)" tertulis: “Sebuah strategi yang baik untuk pendakian yang aman memiliki tujuan pertama yaitu kembali ke rumah dengan selamat…”.

Walaupun untuk mendaki gunung, kutipan tersebut masih relevan dengan tujuan ber-selfie ria.

Berikut ini beberapa tips penting berdasarkan buku tersebut terkait perencanaan kegiatan ber-selfie agar tetap aman :

Penilaian Terhadap Bahaya
Seperti mendaki gunung, selfie juga merupakan kegiatan berisiko bahaya. Hal terpenting sebelum melakukan selfie adalah menilai potensi bahaya yang terjadi di tempat Anda ingin selfie.

Bahaya tersebut misal terbagi dua seperti bahaya obyektif dari tempat ber-selfie dan bahaya subyektif dari diri sendiri.

Bahaya obyektif bisa berbentuk tempat yang rawan ombak besar, rawan terjatuh di jurang, bisa terjatuh ke kawah gunung berapi, terpeleset karena tanah yang dipijak longsor, tiupan angin, dan bahaya lain.

Sedangkan, bahaya subyektif bisa berbentuk ceroboh saat ber-selfie, mengantuk saat selfie, atau pijakan kaki tak kuat. Sebaiknya sebelum selfie di tempat wisata, pertimbangkanlah keamanan berdasarkan bahaya yang telah dikenali.

Belajar dari pengalaman
Berbagai pengalaman buruk dalam kasus selfie banyak terjadi. Media sosial atau media massa juga telah mengulas kejadian tersebut.

Belajar dari kesalahan yang terjadi berdasarkan pengalaman orang maupun pengalaman pribadi adalah hal yang bisa dipelajari agar berfoto selfie tetap aman. Belajar dari pengalaman adalah salah satu cara belajar terbaik.

Ketahui penyebab kecelakaan dalam berfoto selfie
Di buku "Freedom of Hill", mengetahui penyebab kecelakaan dalam mendaki gunung adalah salah satu cara pembelajaran. Hal itu juga berlaku untuk kegiatan berfoto selfie.

Belajar dari faktor-faktor kecelakaan saat ber-selfie bisa membuat waspada ketika melakukan selfie. Misalnya mengetahui kecelakaan sebelumnya karena ombak besar, berarti saat berada di tepi laut yang berombak besar, diperlukan kewaspadaan tinggi untuk ber-selfie.

Pahami risiko
Risiko yang dapat diterima adalah hal yang sulit untuk diukur. Setiap pendaki memiliki tingkat risiko yang berbeda. Begitu juga orang-orang yang melakukan selfie.

Ketahui kemampuan untuk melakukan selfie apalagi di tempat yang berbahaya seperti puncak gunung, di atas gedung, atau di laut. Setiap tempat selfie juga memiliki resiko yang berbeda-beda.

Perencanaan berfoto selfie
Sama seperti mendaki gunung, berfoto selfie juga memerlukan perencanaan. Mulai dari keadaan obyek wisata yang dikunjungi, cara mengambil foto selfie yang aman, dan juga kebutuhan perlengkapan untuk selfie.

Perencanaan akan membuat segala sesuatu yang dilakukan akan berjalan dengan aman dan nyaman. Walaupun terkadang beberapa hal terjadi di luar perencanaan, itu bisa ikut diprediksi dalam proses perencanaan.

Pengambilan keputusan yang baik
Pengambilan keputusan yang baik adalah kunci sukses dalam pendakian gunung. Sama seperti mengambil foto selfie.

Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan ketika mendaki gunung adalah proses riset, perencanaan yang matang, tim pendakian, pemilihan rute pendakian yang baik, pengetahuan teknis mendaki gunung, cuaca baik, stamina prima, dan efisiensi waktu.

Ambil keputusan yang baik berdasarkan perencanaan berfoto selfieyang telah dibuat. Ukur kemampuan yang dimiliki sebelum melakukan foto selfie.

Tetap waspada
Sama seperti mendaki gunung, membuat foto selfie juga memerlukan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi. Perubahan kondisi dalam perencanaan foto selfie seperti mengalami luka, hujan, kehilangan peralatan, kondisi tempat berfoto yang berubah, cuaca buruk, kelelahan atau cedera, dan segala potensi bahaya yang dapat menjadikan kecelakaan.

Sumber  : Magzone

Stop 4 Kebiasaan "Nge-charge" Smartphone seperti Ini



Smartphone memiliki segudang "kepintaran" dibanding dengan ponsel dasar (feature phone) yang biasa hanya digunakan untuk menelepon dan SMS.

Berkat kepintaran tersebut, smartphone lebih rakus memakan daya dari baterai. Ponsel pintar paling banter hanya bertahan satu hari dan harus di-charge kembali. Berbeda dengan ponsel dasar yang cukup di-charge seminggu sekali.

Karena intensitas pemakaian dan sering di-charge membuat baterai smartphone bekerja lebih keras. Untuk itu, pengguna harus tepat dalam merawat baterainya agar lebih tahan lama.

Nah, berikut empat kebiasaan buruk yang biasa dilakukan pengguna dan harus dihenntikan agar baterai ponsel tidak cepat rusak:

1. Stop kebiasaan pakai powerbank

Perangkat baterai portabel (powerbank) sering kali menjadi penyelamat saat baterai smartphone "sekarat". Namun, banyak pengguna yang sering kali mengisi daya lewat powerbank meski tidak sedang darurat dan sebenarnya memungkinkan menggunakan perangkat charger.

Hentikan kebiasaan nge-charge smartphone seperti itu. Keseringan menggunakan powerbank bisa membuat daya tahan baterai smartphone berkurang.

Tak seperti charger via listrik, powerbank tidak sepenuhnya mengalirkan daya yang stabil dan sesuai spesifikasi smartphone. Ditambah lagi dengan banyak beredarnya powerbank dengan kualitas rendah.

Kebiasaan buruk lain yang perlu disetop adalah men-chargesmartphone menggunakan laptop atau PC melalui kabel data. Seperti powerbank, arus listrik dari komputer tidak dirancang untuk mengisi daya smartphone sesuai standar.

Jadi mulai sekarang, hanya gunakan powerbank dan komputer jika benar-benar dalam keadaan darurat.

Smartphone memiliki segudang "kepintaran" dibanding dengan ponsel dasar (feature phone) yang biasa hanya digunakan untuk menelepon dan SMS.

Berkat kepintaran tersebut, smartphone lebih rakus memakan daya dari baterai. Ponsel pintar paling banter hanya bertahan satu hari dan harus di-charge kembali. Berbeda dengan ponsel dasar yang cukup di-charge seminggu sekali.

Karena intensitas pemakaian dan sering di-charge membuat baterai smartphone bekerja lebih keras. Untuk itu, pengguna harus tepat dalam merawat baterainya agar lebih tahan lama.

2. Stop pakai sembarang charger

Perangkat charger smartphone dan tablet Android memiliki bentuk yang seragam sehingga sering dipakai bergantian untuk semua perangkat.

Padahal, tiap perangkat memiliki charger dengan spesifikasi khusus yang disesuaikan dengan jenis perangkat dan kapasitas baterainya. Charger perangkat tablet biasanya memiliki ukuran ampere yang lebih besar.

Charger yang tidak sesuai spesifikasi secara perlahan akan mengurangi kinerja baterai smartphone. Jadi, mulai sekarang jangan pakai charger tablet untuk mengisi baterai ponsel. Gunakan charger orisinal atau yang sesuai spesifikasi standar ponsel Anda.

3. Stop men-charge semalaman

Kondisi ekstrim berbahaya bagi kesehatan baterai smartphone. Men-charge terus smartphone yang sudah penuh dalam waktu lama tidaklah baik. Yang sering dilakukan adalah men-charge ponsel semalaman.

Smartphone terkini memang sudah dilengkapi dengan fitur overharge protection yang menjaga baterai berhenti diisi saat penuh. Namun, beberapa riset menyebutkan baterai bisa terjaga kualitasnya jika diisi tidak sampai penuh 100 persen, cukup sampai 80-90 persen.

Jadi, tak ada salahnya untuk menghentikan kebiasaan nge-chargesemalaman agar usia baterai bisa lebih panjang.

4. Stop kosong kelamaan

Membiarkan baterai benar-benar kosong lebih tak baik lagi. Jika sering seperti ini, maka ketahanan baterai akan perlahan menurun.

Alasannya, jika baterai benar-benar dalam keadaan kosong, sel baterai akan "tidur". Jika tak cepat-cepat "dibangunkan", kemungkinan terburuknya sel tersebut bakal kehilangan kemampuan untuk menyerap daya dari alat pengisian.

Pengisian daya terbaik, berdasarkan sejumlah riset, saat baterai berada di bawah angka 40 persen, pada kisaran 15 sampai 35 persen.

Stop berharap baterai bisa hidup selamanya

Manusia saja hidup hanya sementara, apalagi baterai smartphone. Faktanya, setiap tahun ketahanan baterai bakal semakin menurun. Walau pengguna telah merawat baterai dengan benar, setiap baterai punya umur.

Untuk itu, jangan sedih. Bersedialah membeli baterai baru demi kesehatan smartphone. Tips yang telah dipaparkan hanya mampu memanjangkan umur baterai, bukan membuatnya abadi.

Memang banyak smartphone terkini yang tidak memberi opsi pengguna untuk mengganti baterai dengan mudah. Untuk itu, silakan hubungi teknisi atau pusat layanan terdekat.

Sumber : TechnoMagz

Kiat Menjaga Ponsel Tetap Menyala Kala Mati Lampu.


Salah satu ancaman yang muncul saat musim hujan adalah aliran listrik yang mati. Apalagi saat ini kita cenderung tergantung pada gadget yang pada dasarnya sangat membutuhkan asupan listrik untuk dapat menyala. Untuk itu, berikut ini beberapa tips menjaga ponsel tetap menyala saat mati lampu.

Hal pertama yang perlu dilakukan jelas merujuk pada kesiapsiagaan kita untuk kondisi darurat. Selalu pastikan pengisi daya mobile atau lebih dikenal dengan “power bank” dalam kondisi terisi penuh. Jika baterai ponsel masih dapat dilepas, siapkan pula baterai cadangan.

Untuk kebutuhan berkomunikasi dalam kondisi darurat, utamakan penggunaan pesan teks atau SMS dibanding panggilan suara. Selain karena lebih sedikit mengonsumsi daya, pesan singkat juga lebih jarang mengalami masalah dalam kondisi darurat seperti saat mati lampu.

Batasi penggunaan panggilan atau pengiriman SMS hanya untuk kondisi darurat saja. Matikan pula fiturmobile data dan WiFi jika tidak benar-benar dibutuhkan. Bahkan, jika perlu dan kondisi baterai sudah tersisa sangat sedikir, kita dapat mengaktifkan mode Airplane. Dalam kondisi ini, ponsel tidak akan mengonsumsi daya untuk mencari sinyal seluler.

Cara lain menjaga ponsel tetap menyala saat mati lampu adalah dengan mengurangi tingkat kecerahan layar sampai di kondisi terendah serta memastikan tidak ada aplikasi tak terpakai yang bekerja di belakang layar.

Benarkah Main Ponsel Saat Hujan Bisa Tersambar Petir?



Apakah aman menggunakan ponsel pada saat cuaca mendung atau hujan?

Berita mengenai seorang pengguna telepon seluler (ponsel) yang tersambar petir di Karawang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu mengundang pertanyaan keamanan pemakaian ponsel saat cuaca mendung atau hujan.

Seorang pria bernama Jordan tersambar petir saat cuaca mendung di pemakaman San Diego Hills, Karawang Barat, Rabu (13/4/2016).
Menurut kabar, Jordan tersambar petir saat berada di luar tenda. Saat itu, Jordan dikatakan menggunakan perangkat handsfree (aksesori audio ponsel) dan ponselnya dimasukkan ke saku celana kiri.
Akibat sambaran petir, dua orang yang berada di dekat Jordan juga dilaporkan pingsan, sementara nyawa Jordan tidak tertolong. Paha sebelah kiri Jordan, bagian ia mengantongi ponselnya, disebut hangus terbakar.
Cerita ini didapat KompasTekno dari sumber bernama Agung, yang orangtuanya berada sekitar lima meter dari tempat kejadian di mana Jordan tersambar petir.
Apa yang dialami Jordan menimbulkan pertanyaan, apakah aman menggunakan ponsel pada saat cuaca mendung atau hujan?

Menurut jurnal yang dikeluarkan oleh lembaga cuaca Amerika Serikat, NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration), telepon seluler aman dipakai meskipun saat hujan.

"Tidak ada penghubung langsung antara Anda dan petir," tulis NOAA dalam situsnya.

Yang disarankan untuk dihindari oleh NOAA adalah penggunaan telepon kabel, misalnya telepon rumah, pada saat hujan. Sebab, kabel bisa menjadi penghantar listrik.

Insiden serupa
Meski hal itu diklaim aman, insiden terkait penggunaan ponsel saat cuaca hujan pernah terjadi.

British Medical Journal pada 2006 lalu pernah mencatat kejadian yang mirip dengan insiden Jordan. Ini dialami oleh seorang wanita 15 tahun yang disambar petir saat menelepon dengan ponsel di tempat terbuka saat kondisi hujan.
Wanita tersebut tidak sampai mengalami luka bakar, tetapi sempat mengalami serangan jantung dan berhasil diresusitasi.
Namun, satu tahun kemudian, wanita tersebut menjadi lumpuh dan harus menggunakan kursi roda. Ia juga dilaporkan mengalami kesulitan fisik serta kerusakan otak yang menimbulkan masalah emosi dan kognitif.

Kejadian lain berlangsung pada tahun 2007 silam. Seperti diterbitkan New England Journal of Medicine, seorang pelari berumur 37 tahun terpental saat petir menyambar pohon yang berada di dekatnya.
Pria tersebut mengalami luka bakar yang menjalar dari perut hingga ke bagian telinga yang membuat gendang telinganya pecah.
Investigasi yang dilakukan menyimpulkan luka bakar di telinga itu disebabkan oleh earphone yang terpasang di telinga dan peranti pemutar musik (MP3 player) yang dikantongi.
Dokter percaya bahwa aliran listrik yang seharusnya tersalurkan ke bumi justru dicegat perangkat MP3 player yang berbahan logam, masuk ke dalam tubuh. Dalam kasus ini, listrik masuk ke telinga dan membuat gendang telinga pecah.

Dikutip KompasTekno dari BBC, Kamis (14/4/2016), dokter di Inggris juga menjelaskan bahwa saat seseorang disambar petir, arus listrik bisa mengalir di luar tubuh (external flashover) atau bisa juga mengalir di dalamnya.

Benda dengan bahan konduktif (mudah mengalirkan listrik), seperti logam dan cairan, yang berhubungan langsung dengan kulit, berpotensi mengalirkan arus listrik masuk ke dalam tubuh.
Jika dihubungkan dengan kasus Jordan, kemungkinan handsfree berkabel yang dipakai menjadi materi konduktif tersebut, walau hal ini masih harus diselidiki lebih lanjut.

Jadi, meski belum jelas apakah bermain ponsel saat cuaca mendung atau hujan dan banyak petir itu berbahaya, yang jelas komponen-komponen yang ada di dalam ponsel, seperti logam dan kabel, adalah materi penghantar listrik yang berbahaya digunakan saat hujan atau ada petir.

Tips aman 
Hingga kini, masih ada pertentangan apakah menggunakan ponsel pada saat cuaca mendung atau hujan itu berbahaya atau tidak.

Namun, untuk meminimalisasi risiko, ada baiknya kita melakukan tindakan pencegahan sebagai berikut,
  • Di luar ruangan:
-Jika ramalan cuaca mengatakan akan ada badai petir, tunda semua aktivitas.
-Saat ada petir, masuk ke dalam rumah atau cari tempat berlindung.
-Jika tidak ada lokasi berlindung, berjalanlah secara merangkak atau merayap, usahakan badan serapat mungkin dengan tanah atau bumi.
-Hindari dinding atau lantai beton sebab aliran listrik bisa merambat melalui logam besi atau kawat yang menjadi rangka beton.
-Panduan keamanan di saat petir adalah aturan 30-30. Setelah melihat kilat, mulai berhitung hingga 30. Jika mendengar geledek sebelum hitungan ke-30, masuk ke dalam ruangan. Tunda aktivitas di luar hingga 30 menit setelah bunyi geledek terakhir

  • Dalam ruangan: 
-Hindari penggunaan air pada saat badai petir. Arus listrik petir bisa mengalir melalui pipa ledeng.
-Hindari peralatan listrik segala jenis. Listrik petir bisa merambat melalui sistem elektrik dan radio serta sistem antena televisi.
-Hindari penggunaan telepon kabel.
-Hindari dinding dan lantai beton.

Kategori

Kategori